Malang - Dunia pariwisata merasakan betul dampak pandemi. Raksasa pariwisata Kota Batu, Jatim Park Group memangkas jumlah karyawannya akibat pandemi Covid-19.

Manager Marketing dan Public Relations Jatim Park Group, Titik Ariyanto mengatakan, pengurangan 400 orang dari total 2.500 pegawai merupakan langkah efisiensi. Mayoritas memang telah habis masa kontraknya sejak pandemi Covid-19 merebak, 2020 lalu.

Jatim Park terpaksa mengambil keputusan sulit itu lantaran banyak faktor, terutama tingkat kunjungan yang terus menurun selama pandemi Covid-19.

Bahkan, pernah mencatat tingkat kunjungan terburuk, yakni hanya delapan pengunjung yang masuk selama dua hari.

“Tingkat kunjungan memang terjun bebas. Kalau begini mau bayar gaji karyawan dan bayar listrik dari mana,” keluhnya.

Kini, Jatim Park Group bersama pelaku usaha pariwisata lainnya, telah meminta keringanan pajak dari Pemerintah Kota (Pemkot) Batu.

“Kami sedang pengajuan juga untuk yang pembebasan dan pengurangan pajak. Itu semua dikomunikasikan melalui satu asosiasi yaitu Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu,” ujarnya (tim/mrk).